TARBIYAH AKIDAH

Kholili Hasib

Habib Abdullah al Haddad, salah seorang tokoh besar di kalangan Bani Alawi menjelaskan: “Wajib atasmu memperindah akidahmu, memperbaiki dan menguatkannya sesuai dengan metode firqah al-najiyah (kelompok yang selamat), yaitu kelompok yang dikenal di kalangan seluruh kelompok Islam dengan istilah Ahlussunnah wal Jama’ah. Mereka adalah orang-orang yang berpegang sesuai apa yang dipegang oleh Rasulullah Saw dan para Sahabat beliau”.

Dalam salah satu wasiatnya, Habib Abdullah al-Haddad mengatakan: “Akidah kami adalah akidah Asy’ariyah. Madzhab kami adalah Syafi’iyah. Sesuai dengan Kitabullah dan al-Sunnah”.

Abdullah bin Abu Bakar Alaydrus (wafat tahun 856 H) dalam kitabnya al-Kibritul Ahmar menulis satu bab khusus tentang akidah Ahlussunnah wal Jama’ah. Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad dalam Tasbitul Fuad I/227 cukup tegas lugas menolak akidah Syiah. Ia menyebut Syiah sebagai golongan orang-orang ahli batil. Dalam segala hal pendapat-pendapat mereka (Syiah) tidak dapat diambil.

Secara khusus dan lebih terperinci informasi tentang ajaran-ajaran akidah tariqah Bani Alawi dijelaskan oleh Ali bin Abu Bakar al-Sakran. Ia mengatakan: “Duhai saudaraku, jauhilah bid’ah dan para pelakunya. Tinggalkan dan singkirkan segala bid’ah. Berpalinglah dari para pelakunya dan jangan bergaul dengan mereka. Ketauhilah, sumber bid’ah di dalam akidah adah tujuh, sebagaimana telah disebutkan oleh para ulama yaitu; Mu’tazilah, Syi’ah, Khawarij, Murji’ah, Najjariyah, Jabariyah dan Musyabihah” (Ali bin Abu Bakar al-Sakran, Ma’arij Hidayah,sebagaimana dinukil oleh Novel Alaydrus dalam Jalan nan Lurus Sekilas Pandang Tarekat Bani Alawi, hal. 52).

Bid’ah-bid’ah akidah tersebut oleh Habib Abdullah al-Haddad disebut merupakan ajaran kedurhakaan yang sangat kronis. Ia mengatakan: “Sebagaimana diberitahukan kepada kami, telah muncul sikap secara terang-terangan membencu kedua tokoh –Abu Bakar al-Shiddiq dan Umar al-Faruq. Mereka berakidah Rafidhah yang tercela, baik atau dasar syariat maupun akal sehat. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Ini adalah kedurhakaan yang serius dan kelalaian yang kronis” (Alwi bin Thahir al-Haddad, Uqudul Ilmas, Wali, Karomah dan Thariqah, hal. 216)

Dalam kitabnya itu, Uqudul Ilmas, Alwi bin Thahir membahas dengan agak luas dasar-dasar akidah Bani Alawiyah sejak nenek moyang mereka hingga pada era dia.

Karena tantangan bid’ah tersebut yang meluas, para tokoh Bani Alawiyah dalam tariqahnya menekankan pembentengan akidah Asy’ari. Dan mengeluarkan fatwa-fatwa penting sebagai bahan tarbiyah tariqah Bani Alawiyah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *