SUMANTO … SUMANTO…!

  KH. Luthfi Bashori
Masih ingatkah kita sebuah nama Sumanto yang pernah menggetarkan bangsa Indonesia? Dialah si manusia kanibal yang telah memakan daging sesama manusia.

Beberapa orang yang telah dibunuhnya, lantas diambil dagingnya dan dimasak untuk dimakan, bahkan menurut berita saat itu, ada juga daging manusia yang dalam keadaan mentah lantas disantap oleh Sumanto si manusia kanibal. Betapa memiriskan hati setiap orang yang mendengarnya.

Sumanto seperti yang disebut di atas sebenarnya tidaklah begitu membahayakan masyarakat Indonesia, karena sekejam apapun Sumanto itu, tidak bakal mampu menyantap seratus jiwa dari jutaan manusia yang ada di seluruh Indonesia.

Namun, kini muncul lagi Sumanto si ‘Kanibal Gaya Baru’. yang tingkat bahayanya jauh lebih super dibanding Sumanto yang dulu itu. Dia bernama lengkap Sumanto Al Qurtuby.

Adapun kemampuan untuk mencari sasaran korbannya, tidak hanya seratus atau dua ratus manusia Indonesia, melainkan dapat memangsa jutaan orang Indonesia, bahkan dikhususkan yang beragama Islam. Hanya saja sasaran yang ‘disantap’ bukanlah daging manusia, melainkan ‘hati’ manusia. Untuk lebih jelasnya, dia adalah `penyantap` aqidah dan keyakinan hati umat Islam terhadap Kitab Suci Alquran.

Sumanto si ‘pemakan hati’ ini telah menulis sebuah buku yang diberi judul :

LUBANG HITAM AGAMA, Mengkritik Fundamentalisme Agama, Menggugat Islam Tunggal.

Buku ini diterbitkan oleh penerbit Rumahkata, dengan pengantar kata dari Ulil Abshar Abdalla, serta komentar pujian dari Gus Dur, Muslim Abdurrahman, Ahmad Thohari, Anif Sirsaeba Alafsana, dan Trisno S, Susanto pada halaman belakang sampul buku.

Adapun berikut ini adalah nukilan ringkas tulisan Sumanto si ‘Kanibal’ aqidah umat Islam, yaitu gugatannya terhadap Alquran yang dia tulis secara vulgar, ada di beberapa halaman, antara lain :

 

  1. Halaman 65 : Di sinilah maka tidak terlalu meleset jika dikatakan, Alquran, dalam batasan tertentu, adalah ‘PERANGKAP’ yang dipasang bangsa Quraisy (a trap of Quraisy)
  2. Halaman 66 : Di bawah pengawalan ketat kekuasaan, ditambah petuah-petuah para ulama tentang sakralitas bahasa Alquran (Arab), pelan tapi pasti, teks yang bernama Alquran ini kemudian menjadi ‘KITAB SUCI’ yang dimitoskan dan tidak tersentuh.
  3. Halaman 67 : Dalam konteks ini, anggapan bahwa Alquran itu SUCI, adalah KELIRU. Kesucian yang dilekatkan pada Alquran (juga kitab lain) adalah ‘KESUCIAN PALSU’ …

Seperti itulah kata-kata pelecehan yang dilontarkan oleh si ‘Jagal’ aqidah ini terhadap Alquran. Sebenarnya masih banyak lagi kemurtadan pemikiran dan keyakinan Sumanto yang satu ini, sebagaimana tertera dalam buku tersebut pada halaman dan bab yang lain.

Jadi umat Islam perlu waspada terhadap Sumanto si `Kanibal Gaya Baru` yang selalu siap untuk `menyantap` aqidah umat Islam.

Aneh memang, figur-figur JIL yang semakin banyak berserakan di bumi persada Nusantara ini, ternyata mereka tidak mengerti bagaimana Allah berjanji untuk selalu menjaga kemurnian Alquran dalam firman-Nya : Innaa nahnu nazzalnadz dzikra wa innaa lahuu la haafidhuun (Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Alquran, dan Kami pula yang selalu menjaga -kemurnian-nya).

Kaum liberal ternyata telah mengingkari firman Allah ini, karena itu tidak heran jika mereka juga mengingkari kesucian Alquran. Nah, bagaimana sekarang sikap umat Islam dalam menghadapi kelompok liberal ini…? Jawabannya kami serahkan kepada komentar para pengunjung.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *