SAID AGIL SIROJ, ADALAH PEJUANG HINDU BUDHA KRISTEN KONGHUCU

KH. Luthfi Bashori
Judul di atas disimpulkan dari judul KEBHINNEKAAN DAN PLURALISME bab 13 buku TASAWAUF SEBAGAI KRITIK SOSIAL karangan Said Aqil Siroj, tebitan Mizan, September 2006.

Said mengatakan : Meski berasal dari bahasa Sansekerta yang dikatakan identik dengan ajaran Hindu/Budha, sebetulnya semboyan Bhinneka Tunggal Ika sangat relevan pula dengan ajaran-ajaran agama besar sesudahnya.

Dalam agama Islam misalnya, secara tegas Allah berfirman (artinya) : Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal (QS. Al-Hujurat 13).

Said melanjutkan : Selanjutnya kemajmukan manusia tersebut dipungkasi pula dengan ayat yang sama, `Sesungguhnya orang yan paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang bertaqwa di antara kamu (paling taat dan patuh kepada-Nya)`. Esensi firman Tuhan tersebut berlaku bagi semua agama di dunia, terutama agama monoteis (Yahudi, Kristen, dan Islam).

Kristen Protestan, Katolik, Islam, Hindu, Budha Konghucu, ataupun agama-agama lainnya, hakikatnya SAMA, yakni mengakui adanya Zat yang menciptakan dunia dan isinya. Zat inilah yang wajib disembah dan ditaati oleh semua orang tanpa pandang bulu sehingga kualitas ketaatan seorang manusia berada da atas ras, golongan, status sosial, warna kulit, serta perbedaan-perbedaan lahiriah lainnya. (halaman 279-280).

Cuplikan di atas memberikan pemahaman, bahwa menurut Said, seorang penganut Hindu yang menyembah Dewa Wisnu, asalkan taat kepada Dewa Wisnu sekalipun mengingkari ketuhanan Allah dan kerasulan Nabi Muammad SAW adalah sangat mulia di sisi Tuhan.

Demikian juga penganut agama Budha yang taat kepada Sidharta Gautama dan mengingkari ketuhanan Allah serta kerasulan Nabi Muhammad SAW, atau penganut Kristen Katolik/Protestan yang mengingkari kerasulan Nabi Muhammad SAW, apalagi menyakini adanya tiga tuhan (Trinitas): Tuhan Bapak, Tuhan Anak, Tuhan Roh Qudus (Bunda Maria), menurut Said, asalkan mereka taat memegangi ajaran agamanya masing-masing serta taat beribadah menyembah tuhannya masing-masing, maka menjadi mulia di sisi Allah sesuai dengan ayat Alquran di atas.

Pembelokan pemahaman ayat Alquran yang dilakukan oleh Said ini, umum diistilahkan oleh para ulama sebagai perilaku `Kalimatu haqqin uriida bihal baathil` = menggunakan kalimat yang haq (ayat Alquran) untuk kebatilan (memperjuangkan kemuliaan penganut Hindu, Budha, Kristen, Konghucu dan agama-agama non Islam lainnya).

Di sisi lain, memberi makna bahwa Said Aqil Siraj mengingkari ayat Innad diina `indallahil islaam (Sesungguhnya satu-satunya agama yang (aqidah dan syariatnya) BENAR di sisi Allah, hanyalah agama Islam).

Umat Islam kecolongan … !!

http://pejuangislam.com/main.php?prm=karya&var=detail&id=224

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *