RELATIVISME; KESOMBONGAN TINGKAT TINGGI

Muhammad Saad

Kibr atau sombong merupakan dosa besar, dengan sifat sombong seseorang meremehkan yang lainnya dan dengan kesombongan pula, seseorang selalu berbuat kebathilan sebab kesombongan  adalah menolak kebenaran (بطر الحق وغمط الناس).

Kesombongan merupakan sebuah kebodohan, dimana seorang yang sombong tidak mengenal siapa hakikat dirinya, serta tidak mengenal hakikat Tuhannya. Jika ia tahu hakikat dirinya yang diciptakan dari setetes air hina, berubah menjadi segumpal daging yang kemudian oleh Rabbnya diberi raga dan panca indera lalu dilahirkan menjadi seorang bayi yang lemah. Tentunya ia akan merasa malu jika akan malu untuk membiarkan kesombongan menguasasi dirinya.

Betapa bahayanya penyakit sombong, dalam al-Qur’an Allah mengingatkan agar manusia tidak berbuat sombong, Allah membenci orang yang sombong dan Allah mengancam orang yang sombong dengan mengunci hatinya (tidak bisa menerima kebenaran). Dalam Qs al-Isra’ -37 Allah berfirman:

ولا تمش في الأرض مرحا إنك لن تخرق الأرض ولن تبلغ الجبال طولا

Artinya: dan janganlah engkau berjalan di bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya engkau tidak akan dapat menembus bumi, dan tidak akan menjulang setinggi langit.

إِنَّ الله لاَ يُحِبُّ مَن كَانَ مُخْتَالاً فَخُورًا

Artinya: Sesuguhnya Allah tidak menyukai orang sombong dan membanggakan dirinya  (Qs. Al-Nisaa’- 34)

كَذَلِكَ يَطْبَعُ اللَّهُ عَلَى كُلِّ قَلْبِ مُتَكَبِّرٍ جَبَّارٍ

Artinya: Demikianlah Allah mengunci hati setiap orang yang sombong dan berlaku sewenang-wenang ( Qs. Al-Mu’min, 35).

Kesombongan bisa membawa orang kedalam jurang kekufuran. Bagaimana Iblis dikeluarkan dari Surga dan menjadi musuh Allah sampai hari akhir bukan karena dia mengingkari Allah, Iblis beriman akan wujud Allah, namun karena sombong dan enggan menurut perintah Allah untuk bersujud hormat kepada nabi Adam, maka Iblis menjadi kafir ( Abaa wastakbara wa kaana minal kaafirin).

Sebagaimana hadits Rasul di atas, bahwa yang dimaksud sombong ialah menolak kebenaran dan meremehkan manusia (bathara al-haq wa ghamtu al-nas). Kedua sifat sombong ini sama berbahayanya, namun yang lebih berbahaya ialah kesombongan nomor satu yaitu menolak kebenaran. Namun keduanya saling berkaitan.

Pada era sekarang ini penyakit sombong yang nomor satu ( menolak kebenaran ) telah mewabah di dalam diri individu masyarakat. Adalah paham relativisme yang menganggap tidak ada kebenaran mutlak, semua relative. Jika satu pendapat dikatakan benar oleh seseorang, dalam waktu yang sama pendapat itu bisa dikatakan salah oleh yang lain. Hal ini juga berlaku bagi Agama, kebenarannya adalah nisbi. Maka ketika diingatkan tentang kesalahannya, seseorang yang terjangkiti faham relativis akan menjawab “itukan pendapat kamu, bagiku tidak begitu..bla bla bla..”.

Paham relativisme ini adalah kesombongan tingkat tinggi yang dikemas begitu rapi dalam bingkai keilmuan sekuler, dijajakan dan kemudian menjadi trend bagi masyarakat. Ini adalah penyakit berbahaya bagi umat Islam.  Kesombongan dalam paham relativisme ini, adalah puncak kesombongan yang teroganisir. Meragukan kebenaran dan membenarkan keraguan itulah

Padahal jelas-jelas Rasulullah Saw dalam sabdanya mengingatkan kepada umat Islam  bahwa surga tidak akan menerima seseorang yang dalam hatinya terdapat satu titik kesombongan. Apalagi kesombongan itu adalah kesombongan menolak kebenaranan sebagaimana yang dilakukanan oleh Iblis. Lebih-lebih jika menganggap menolak kebenaran itu adalah sebuah kebenaran (relativisme), hal ini bisa menjerumuskan seseorang pada lubang kekufuran. Wal iyyadzu billah.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *