Racun Westernisasi  (Food, Fun, Fashion).

 

A. Rijal

Westernisasi, yang juga disebut sebagai Eropanisasi, adalah sebuah proses di mana masyarakat berada dalam keadaan mengadopsi budaya Barat dalam berbagai bidang seperti industri, teknologi, ekonomi, gaya hidup, pakaian, dan nilai-nilai kehidupan lainnya. Proses ini bermasalah dan harus dihindari oleh ummat Islam karena peradaban barat adalah sebuah peradaban sekuler yang banyak sekali membuang masalah ketuhanan dalam kehidupannya.

Menurut Dr. Fahmy Zarkasy dalam salah satu wawancaranya dengan team media Hidayatulloh beliau berkata : Barat itu peradaban yang punya karakter sendiri yang sangat berbeda dengan Islam. Karena itu, kita mesti berhati-hati bila ingin mengambil atau diberi sesuatu dari Barat, sebab bisa jadi sangat bertentangan dengan Islam. Dalam hal ini, kita tidak bisa pakai ukuran baik atau buruk. Sesuatu yang buruk menurut kita, bisa jadi baik bagi Barat. Contohnya, hidup bersama tanpa nikah. Bagi masyarakat Barat itu baik-baik saja, sejauh tidak mengganggu orang lain dan mereka suka sama suka.

Berkiblatnya gaya kehidupan, model pendidikan, serta kebudayaan mayoritas masyarakat Indonesia kepada Barat hari ini hendaknya tidak dipahami sebagai bentuk kemajuan yang bisa dibanggakan. Sebagai contoh, kini perayaan hari valentine mulai digemari dikalangan anak muda. Padahal menurut berbagai sumber berita yang ada, ketika valentine datang maka dapat dipastikan penjualan kondom di seluruh tempat akan meningkat dengan pesat. Dampak dari maraknya seks bebas yang berujung rusaknya moral dan masa depan kaum muslimin terutama golongan muda, membuat ummat Islam menjadi semakin lemah.

Seorang yahudi bernama Theodore Hertzel – Pencetus Ide Pendirian Negara Yahudi (tulis buku Negara Yahudi : 1895) berkata;

“Misi kalian bukanlah mengeluarkan mereka dari Islam, walaupun yang terakhir ini merupakan keberhasilan yang paling gemilang. Tapi lebih pada upaya menjauhkan mereka dari Islam.

Jadikanlah mereka sebagai orang Islam yang tidak kenal agamanya sendiri, orang Islam yang gemar berfoya-foya, suka dengan kemaksiatan, minuman keras, hidup semata-mata untuk cari harta dan jabatan, dan musik lebih menghancurkan umat Muhammad daripada seribu meriam. Oleh karena itu tanamkanlah ke dalam hati mereka rasa cinta terhadap materi dan seks.”

Jika umat Islam sudah menjadi seperti ini, maka misi kalian sudah berhasil, laksanakan dan tunaikan misi kalian ini dengan penuh kesadaran.

Masuknya budaya barat atau westernisasi dalam Negara – Negara Islam, bukanlah sebuah proses alami tanpa tujuan. Kaum barat berusaha sekuat tenaga mencoba mencetak ummat Islam agar sama dengan mereka dengan tujuan untuk melemahkan mereka. Ini adalah bentuk strategi barat untuk menguasai ummat Islam dari dalam. Berkaca pada perang salib, perlawanan fisik kepada ummat Islam sangatlah menguras tenaga dan mengorbankan banyak nyawa. Oleh karenanya semenjak abad ke 16, dijalankalah proses penghancuran umat Islam melalui proses westernisasi. Tiga jurus andalan mereka kepada generasi muda adalah Food, fun, And Fashion.

Lewat Food, banyak kaum muslimin dibuat mengesampingkan konsep halal dan toyyib. Kini makanan dan minuman dari budaya barat seperti Starbucks, Mc Donald, dan sebagainya diiklankan secara massif oleh media. Dampaknya banyak orang kemudian tergiur mengkonsumsi makanan tersebut dengan alasan lebih terkenal dengan makanan lain.

Fun dipasarkan kepada kita melalui film – film serta potongan cerita kehidupan para artis dengan kehidupannya yang serba menyenangkan. Standart kehidupan kemudian berubah orientasi. Banyak kaum muslim mulai mengisi kehidupannya dengan bersenang – senang meniru jalan hidup idola yang ditontonnya daripada memikirkan permasalahan serius yang sedang dihadapi Islam saat ini.

Terakhir, fashion. Pengaruh gaya berbusana dari kaum barat mulai menuntun pola pikir remaja bahwa pakaian itu adalah aktualisasi diri dan gaya hidup, bukan lagi sebagai penutup aurat. Kejahatan seks banyak sekali dipicu karena gaya busana wanita yang banyak terbuka mengikuti barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *