PUJIAN NABI SAW ATAS WANITA YANG TAAT SUAMI

Hb Muhammad Vad’aq:

Dalam Al-Istii’aab karya Ibnu Abdil Barr terkait biografi Asma binti Yazid bin As-Sakan RA bahwa ia mengatakan; ia (Asma) seorang perempuan yang cerdas dan taat dalam agama. Diriwayatkan darinya bahwa ia menemui Nabi SAW lantas berkata; aku utusan jamaah perempuan umat Islam yang ada di belakangku, mereka semua sependapat denganku, dan sepakat denganku:

Sesungguhnya Allah mengutusmu kepada kalangan laki-laki dan kalangan perempuan. Kami pun mengimanimu dan mengikutimu. Kami seluruh kaum perempuan mendapatkan pembatasan dan tertutup, kami tinggal di dalam rumah, sementara kaum laki-laki diberi keutamaan dengan salat-salat jamaah, mengiring jenazah, dan jihad. Jika mereka keluar untuk berjihad maka kami menjaga harta mereka, dan kami mendidik anak-anak mereka. Apakah kami turut mendapatkan pahala sebagaimana yang mereka dapatkan, wahai Rasulullah?

Rasulullah SAW menolehkan wajah beliau kepada sahabat-sahabat beliau lantas bertanya, “Bukankah kalian telah mendengar perkataan perempuan yang mengajukan pertanyaan yang sangat bagus ini?”
Benar, wahai Rasulullah, jawab mereka.

Rasulullah SAW pun bersabda:

انْصَرِفِي يَا أَسْمَاءُ، وَأَعْلِمِي مِنْ وَرَاءِكِ مِنَ النِّسَاءِ أَنَّ حُسْنَ تَبَعُّلِ إِحْدَاكُنَّ لِزَوْجِهَا وَطَلَبَهَا لِمَرْضَاتِهِ وَاتِّبَاعَهَا لِمُوَافَقَتِهِ، يَعْدِلُ كُلَّ مَا ذَكَرْتِ لِلرِّجَالِ.

*”Bergegaslah hai Asma, dan beritahukan kepada kaum perempuan yang ada di belakangmu bahwa mematuhi suami dengan sebaik-baiknya bagi seseorang dari kalian, menggapai keridhaannya, dan mengikuti persetujuannya, setara dengan semua yang kamu sebutkan bagi kaum laki-laki.”*

Asma pun bergegas sambil bertahlil dan bertakbir karena merasa gembira atas jawaban yang telah disampaikan Rasulullah SAW kepadanya.

*CATATAN:*
Kebaikan wanita menurut Islam adalah ketaatan pada Allah, Rasul dan suami, selagi tidak dalam maksiat. Seperti perintah suami pada istri untuk melepas jilbab, bergaul dengan lelaki yang bukan mahrom dll.

Jika shalat jamaah dan jihad saja digugurkan untuk wanita, bagaimana dengan menghadiri pengajian, tabligh akbar dan maulid sampai larut malam tanpa adanya mahrom?

Pahala itu adalah imbalan dari Allah bagi yang taat, bukan bagi yang selalu mengikuti selera hidup dan selera akal semata. Islam tidak mengenal liberal, Islam itu pasrah pada ketentuan Allah. Kebebasan dan liberal hanya milik Iblis dan manusia semi setan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *