Perjuangan KH. Ahmad Ilham Masduqie Melawan Syiah.

Seorang Ustadz dari bangil bertutur tentang kegigihan KH. Ahmad Ilham Masduqie semasa hidupnya melawan Syiah dan membentengi umat Islam dari aliran sesat tersebut. Beliau adalah salah satu ulama’ muda pada saat itu yang membongkar keberadaan Syiah di Bangil yang dibawah oleh seorang tokoh dari kalangan Habaib yang terkenal.

Adalah Hb Husain al-Habsyi seorang tokoh pemimpin Pesantren YAPI Bangil. Tanpa diketahui, Hb Husain al-Habsyi adalah seorang yang membawa ajaran Syiah di Jawa Timur. Pada mulanya, banyak para habaib dan Kyai yang mengaji ke Hb. Husain al-Habsyi. Hal itu sangatlah wajar, disamping beliau tokoh sepuh , juga ilmu agamanya tidak diragukan. Bahkan beliau pernah menjadi partner M Natsir ketika merintis masyumi.

Barikut ini penuturan Ustadz Ihyauddin Bahri dari Bangil salah satu saksi perjuangan KH. Ahmad Ilham Masduqie dalam membongkar Syiah di Bangil:

Ihyauddin al-Bahri:

“Jangan melihat usianya.
Lihatlah ucapannya….berpegang kepada siapa?
Dari kutubussalaf atau dari ahlul fitnah atau dari pemikirannya sendiri..?

Pada tahun sembilan puluhan di masa Ustadz Husin Al Habsyi pendiri YAPI masih hidup dan banyak Habaib dan Ulama’ menimba ilmu kepadaNya.

Karena mereka masih belum tahu bahwa Dia adalah tokoh Syi’ah.
Kemudian muncul pada masa itu, pejuang Aswaja; kiyai muda, Ustadz Ilham Masduqi,menentang keras kesesatan ajaran syi’ah yg di sebarkan oleh Ustadz Husin Al Habsyi, tentunya Beliau mendapat serangan dari kiyai-kiyai lain yg masih belum mengetahui. Namun Beliau mendapat dukungan Al Habib Husain bin Abu Bakar Assegaf,Al Habib Ahmad bin Husain dan Habaib yang lain.

Pada sa’at itu, saya sempat kaget, karena saya juga sering mengikuti pengajiannya Ustadz Husin Al Habsyi di Masjid Jami’ Bangil.

Namun saya tidak melihat Usianya Ustadz Ilham Masduqi dg Ustadz Husin Al Habsyi. Yang saya lihat adalah darimana mereka mengambil sanad keilmuwan atau rujukan kitabnya.

Ternyata Ustadz Husin Al Habsyi, banyak dari karangan karya bukunya yang menyalahkan para mufassir seperti ibnu katsir dll.

Sedangkan Ustadz Ilham Masduqi masih berpegang kepada kutubussalaf.

Setelah saya mengetahui kebenaran tsb, maka saya ikut berjuang dalam kalangan remaja dan sempat ikut reformasi Remas Masjid Jami’ Agung Bangil, karena pada sa’at itu terdapat buku-buku syi’ah dalam perpustaka’annya.

Dan Alhamdulillah berhasil, dan saya terpilih menjadi seksi Da’wah 2 dalam struktur kepengurusan Remas.

Dan pada sa’at itu pula, teman-teman remas mengadakan Majlis sholawat dan pengajian setiap malam ahad, dan salah satu yg mengisi pengajiannya adalah Ustadz Ilham Masduqi, untuk membentengi akidah Ahlussunnah wal Jama’ah dan mencegah masuknya aliran-aliran sesat,termasuk Syi’ah.

Dan sekarang juga terulang kembali, Syebeh-syebeh yg umurnya lebih dari enam puluhan justru menyimpang dari salaf mereka. Maka kita sebagai penerus dari Salafussholih harus berani meneruskan perjuangan Ustadzina Ustadz Ilham Masduqi dan Ulama’ yang masih berpegang kpd Akidah Ahlussunnah Wal Jama’ah. Terutama meneruskan perjuangannya Habib yang mendukung perjuangan Beliau, yang tidak kalah di dalam kegigihan dan kesabaran di dalam menghadapi banyak resiko dan rintangan untuk memperjuangkan akidah Ahlussunnah Wal Jama’ah.

Beliau adalah Abuya Al Habib Ahmad bin Husain Assegaf yang menjadi guru besar daripada Habaib, kiyai dan kita semua”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *