PERINGATAN NABI PADA PARA KHATIB DAN PENCERAMAH

Hb. Muhammad Vad’aq

*Lantaran momentum-momentum penyampaian khutbah, nasihat, dan peringatan merupakan momentum-momentum penting dan sangat krusial, maka dari itu beliau SAW mengingatkan para khatib untuk menjaga keikhlasan niat dalam menyampaikan khutbah mereka, dan bahwa di balik itu ada tanggung jawab di hadapan Tuhan seluruh alam*

Ibnu Abi Ad-Dunya dan Al-Baihaqi meriwayatkan secara mursal dengan isnad jayid dari Malik bin Dinar dari Al-Hasan RA bahwa ia mengatakan; Rasulullah SAW bersabda:

مَا مِنْ عَبْدٍ يَخْطُبُ خُطْبَةً إِلَّا اللهُ سَائِلُهُ عَنْهَا يَوْمَ اْلقِيَامَةِ، مَا أَرَادَ بِهَا؟

“Tidaklah seorang hamba menyampaikan khutbah melainkan Allah akan mempertanyakan kepadanya tentang khutbah itu pada hari kiamat, apa yang ia inginkan dengan khutbahnya?”

*Ia mengatakan; saat hendak menyampaikan hadis ini, Malik bin Dinar menangis kemudian berkata; kalian mengira bahwa mataku terkesan dengan pembicaraanku kepada kalian, sementara aku tahu bahwa Allah SWT akan mempertanyakannya kepadaku pada hari kiamat apa yang kamu inginkan dengannya? Lantas aku katakan; Engkau yang menyaksikan hatiku. Seandainya aku tidak tahu bahwa itu yang lebih Engkau sukai, maka aku tidak akan membacakannya kepada dua orang selamanya.*

Abu Dawud meriwayatkan dari Abu Hurairah RA bahwa ia mengatakan; Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ تَعَلَّمَ صَرْفَ اْلكَلَامِ لِيَسْبِيَ بِهِ قُلُوْبَ الرِّجَالِ لَمْ يَقْبَلِ اللهُ مِنْهُ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ صَرْفًا وَلَا عَدْلًا.

“Siapa yang mempelajari pemaparan pembicaraan untuk memikat hati orang-orang, maka pada hari kiamat Allah tidak menerima darinya tebusan tidak pula balasan.”
Sebagian ulama mengartikan sharfan dan adlan adalah wajib dan sunnah.

“`Nabi SAW menitik beratkan dakwah adalah keikhlasan, tidak sekedar sibuk dengan mengolah kata dan mendekor diri sehingga terlihat tampil beda.“`

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *