*PENDAPAT PARA ULAMA DAN WALI ASLI ASWAJA BUKAN GADUNGAN*

Hb. Muhammad Vad’aq

“`Mengapa penista agama dibela? Mengapa orang melecehkan agama diberi bantuan hukum? Mengapa ulama dikriminalisasi? Mengapa selalu berburuk sangka pada sesama muslim? Siapa mereka? Berikut pendapat para Imam Ahlusunnah yang asli bukan gadungan. Mereka ulama muktabar bukan bayaran sesuai pesanan yang mudah menghalalkan yang haram asal dibayar.“`

Ar-Razi menjelaskan;
وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ
“ _Barangsiapa di antara kamu yang menjadikan mereka teman setia, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka.”_ Ibnu Abbas berkata; “Maksudnya ia seakan seperti mereka.” Ini penekanan dari Allah terkait kewajiban menjauhi penentang agama. Ini senada dengan firman-Nya,
وَمَنْ لَمْ يَطْعَمْهُ فَإِنَّهُ مِنِّي
_“Dan barangsiapa tidak meminumnya, maka dia adalah pengikutku.”_ (QS. Al-Baqarah: 249)

*Al-Baidhawi* berkata, “Atau maksudnya adalah orang-orang yang menjadikan mereka sebagai teman setia adalah orang-orang munafik.”
*Al-Khazin* berkata, “Siapa menjadikan Yahudi dan Nasrani sebagai teman setia selain orang-orang mukmin, hingga membela mereka dalam memusuhi orang-orang mukmin, berarti ia termasuk penganut agama mereka, karena tidaklah seseorang menjadikan orang lain sebagai teman setia, melainkan ia pasti ridha padanya dan agama yang ia anut. Ketika ia ridha padanya dan agama yang ia anut, berarti ia menjadi bagian dari mereka dan termasuk golongan mereka.”

*Sekelompok ulama berkata;* “Barangsiapa di antara kamu yang menjadikan mereka teman setia, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka.” “Siapa masuk ke dalam agama suatu kaum, berarti ia termasuk golongan mereka. yaitu termasuk kalangan mereka. Hukumnya sama seperti hukum mereka.”

إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
“Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” *Abu Sa’ud berkata* , “Inilah alasan kenapa orang yang menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin, berarti ia termasuk golongan mereka. maksudnya, Allah tidak memberi mereka petunjuk kepada iman. Allah membiarkan mereka, sehingga mereka jatuh dalam kekafiran dan kesesatan.”

*Maka umat jangan terkecoh dengan seragam ulama, pemimpin majlis, thariqoh, partai berlambang kiblat, ormas atau pesantren apapun jika mendukung dan berkoalisi dengan penista agama dan tidak beriman pada hari akhir.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *