Pemahaman Aqidah Aswaja dan Tantangan Aktualnya Harus Sinergis.

Strategi penguatan Aqidah Aswaja harus sinergi antara internalisasi (pengajaran pemahaman Aqidah Aswaja) dan pemahaman tantangan gerakan musuh-musuh Aswaja semisal Liberalisme, Syiah dan Wahabi. Urgensi strategi demikian disampaikan oleh Anggota MUI Jatim, sekaligus peneliti bidang pemikiran, Ustadz Kholili Hasib:

“Penguatan Ahlussunnah wal Jama’ah”

Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) memiliki imam-imam yang populer dari ahli fiqih, kalam, dan tasawuf.

Para imam Aswaja tersebut pada zamannya menghadapi berbagai tantangan. Satu zaman mungkin bentuk tantangannya berbeda dengan zaman lain. Bisa juga bertambah seperti masa kini.

Imam Asyari menghadapi tantangan mu’tazilah, imam al Ghazali menghadapi bathiniyah dan kaum filosof aliran yunani.

Cara para imam memperkuat Aswaja tersebut dengan dua cara; pembinaan ajaran Aswaja di dalam, dan pembentengan dari eksternal non-Aswaja.

Di zaman ini yang semakin kompleks masalah nya, juga bisa meneladani imam2 tersebut.

Ternyata, mengajari tafsir Aswaja saja tidak cukup, supaya umat kuat ternyata perlu juga diterangkan tantangan ilmu tafsir. Seperti kekeliruan hermeneutika dlm tafsir, dll.

Mengaji ilmu akidah, kadang umat baru sadar kebenaran Aswaja setelah diterangkan bedanya dengan syiah atau liberal misalnya.

Jadi kesimpulannya, penguatan akidah pemikiran umat tidak cukup dengan mengajari aswaja saja, tetapi ternyata perlu dijelaskan tantangan aktualnya seperti aliran pemikiran non Aswaja”.

Oleh: Ahmad Kholili Hasib, anggota MUI Jatim, pengajar ma’had Aly Darul Ihya Bangil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *