NASEHAT IMAM NAWAWI UNTUK TETAMU ALLAH DI TANAH SUCI

Hb. Muhammad Vad’aq

*Berkata Imam Nawawi RA,*
¡¯¡¯ “`Disunnahkan pagi orang yang akan melakukan haji atau umroh, agar bermusyawarah, meminta pendapat dan arahan pada orang yang bisa dipercaya agamanya, pengalaman dan ilmunya terkait haji. Dan wajib bagi yang dimintai pendapat dan nasehat untuk memberi nasehat. Serta membersihkan diri dari nafsu dan segala hasrat kepentingan duniawi. Sesungguhnya orang yang dimintai nasehat adalah orang yang dipercaya dan agama itu nasehat.¡¯¡¯“`

Mulai dari kekonyolan mendengar lagu ketika Sa¡¯i, membaca pancasila, bernyanyi kebangsaan, juga nenek-nenek tua menari di halaman masjid, dan mbok-mbok berteriak membela ahok sipenista agama, semua itu tak akan dilakukan jika mereka mengerti betapa berharga ibadah umroh, betapa mulia dua kota suci itu, betapa banyak bacaan dan tuntunan yang diajarkan Rasulullah SAW ketika kita berada disana.

Tidak cukupkah kita tenggelam dalam dunia selama kita berada di negeri kita? Mengapa waktu yang singkat hanya beberapa hari di kota suci dikotori dengan masalah politik, mendukung kemungkaran, menyinggung perasaan muslim, menebar fitnah dan memamerkan ketumpulan akal. Bagaimana akan mendapat haji dan umroh yang mabrur jika menjadi tamu Allah yang baik saja tidak bisa?

“`Datanglah pada ulama sebelum menjalankan haji dan umroh, niscaya mereka akan mengajarkan agar kita banyak berdzikir, tasbis, shalat, thawaf, tilawah, sedekah, shalawat dan amalan lain yang baik, bukan mengunggah video, status, bernyanyi, apalagi demo di tempat suci penuh dengan sejarah para Nabi.“`

*Muslim yang baik akan mudah menerima nasehat dari siapapun, namun orang yang sombong selalu dalam kesulitan menerima nasehat dan mengakui kesalahan.*

وصلى الله على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه وسلم

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *