NASEHAT AL-IMAM ABDULLAH BIN HUSEN BIN THAHIR TENTANG KEJAHATAN QADZAF

 

Hb. Muhammad Vad’aq

Ketahuilah, menuduh zina termasuk salah satu dosa besar, kejahatan tercela, dan perkataan sial. Tuduhan semacam ini hanya muncul dari mulut orang yang berniat tidak baik, berburuk sangka terhadap sesama muslim, dan jauh dari sifat orang mukmin, karena orang mukmin bukanlah orang yang suka melaknat ataupun mengutuk.

Bahkan, orang yang menuduh zina orang lain adalah orang yang mengatakan sesuatu yang tidak ia ketahui. Ia mengira kata-katanya itu ringan, padahal di sisi Allah merupakan sesuatu yang besar. Allah melaknatnya di dalam Al-Qur`an, dan mengancamnya dengan azab yang pedih.

Maka dari itu, hindarilah segala yang mendatangkan murka Allah. Jauhilah tuduhan zina, melaknat, ataupun mencela. Hukum orang yang menuduh zina manakala ia tidak dapat mendatangkan empat saksi adalah had, yaitu hukum cambuk sebanyak delapanpuluh kali bagi orang merdeka seperti dijelaskan Al-Qur`an, dan empatpuluh kali cambuk untuk hamba sahaya, seperti dijelaskan sunnah Rasulullah saw.

Orang yang menuduh istrinya berbuat zina, hukunya sama. Hanya saja had ini gugur dengan sumpah li’an, yaitu suami bersumpah empat kali seperti yang disebutkan di dalam Al-Qur`an.

Catatan
Menebar fitnah apalagi qadzaf adalah dosa besar, pelakunya akan Allah permalukan di dunia dan di akhirat.
Hanya orang yang hina lah yang menikmati fitah terhadap orang lain.
Muslim yang baik menutupi aib saudaranya bukan mengumbar dan aib dan cerita bohong.

Barang siapa menacari aib saudaranya, niscaya Allah akan membuka aibnya sampai urusan yang paling tersembunyi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *