MENGHINA SAHABAT NABI BUKAN PERKARA KECIL

Muhammad Saad

Lazim difahami dikalangan Ahlussunnah wal-jamaah, bahwa kemualyaan para Sahabat Rasulullah Saw sangat tinggi di bawah Nabi Muhammad Saw. Kalangan Ahlussunnah wal jamaah tidak tebang pilih dalam memulyakan para sahabat.  Semua sahabat Rasulullah adalah adil.

Keadilan dan kemulyaan para Sahabat dalam pandangan Ahlussunnah tidaklah serta merta, namun didasarkan pada  al-Qur’an dan hadits Rasulullah Saw, diantaranya;

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا

 

Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. (QS. Al-Baqarah : 143)

Para mufassir kebanyakan mengatakan bahwa yang dimaksud dengan kata ‘kamu’ di dalam ayat ini tidak lain adalah para shahabat Nabi ridhwanullahi alaihim. Dan makna lafadz ‘ummatan wasathan‘ disini adalah (عدولا خيارا), yaitu bersifat al-adalah dan terpilih. Dan predikat ini langsung datang dari Allah SWT, bukan dari para peneliti hadits yang hanya dari kalangan manusia.

Maka sifat al-‘adalah para shahabat itu langsung ditetapkan Allah SWT lewat ayat di atas. Maka sifat itu mutlak dan tidak bisa diganggu-gugat lagi oleh siapa pun.

Selain itu juga ada ayat lain yang menguatkan, yaitu :

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. (QS. Ali Imran : 110)

Para mufassir menegaskan, bahwa yang dimaksud dengan kamu adalah sebaik-baik ummat’ tidak lain adalah para shahabat Nabi. Dan ungkapan ini bermakna ketetapan dari Allah SWT tentang sifat al-adalah yang melekat pada diri mereka.

Disamping disebut orang yang adil, Allah pun meridhoi para sahabat, sebagaimana terdapat dalam QS, al-Taubah. 100

وَالسّٰبِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهٰجِرِينَ وَالْأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسٰنٍ رَّضِىَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا۟ عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِى تَحْتَهَا الْأَنْهٰرُ خٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ۚ ذٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ ﴿التوبة:١۰۰﴾

orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.

Qs, al-Fath, 18

لَّقَدْ رَضِىَ ٱللَّهُ عَنِ ٱلْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ ٱلشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَا فِى قُلُوبِهِمْ فَأَنزَلَ ٱلسَّكِينَةَ عَلَيْهِمْ وَأَثَٰبَهُمْ فَتْحًا قَرِيبًا

Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon[1399], Maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi Balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya).

Jika sudah di Nash dalam al-Qur’an sebagai orang-orang yang di ridhoi oleh Allah, maka semua prilaku Sahabat Rasulullah, meski mereka hanya manusia biasa, yang tak luput dari salah, namun para sahabat, dalam kehidupannya telah dibimbing oleh Allah menjadi manusia yang penuh keberkahan dan keselamatan.

Dalam kitab “Tijanu al-Durari”, Syaikh Nawawi menjelaskan bahwa wajib untuk muslim mukallaf meyakini bahwa masa di zaman Rasulullah Saw, adalah sebaik-baik masa dan generasinya sebaik-baik generasi.

Syaikh Nawawi pun mengutip bebrapa hadits tentang keutamaan para Sahabat Rasulullah Saw. Diantaranya:

إن الله اختار أصحابي على العالمين سوى النبيين والمرسلين

“sesungguhnya Allah memilih sahabat-sahabtku yang kemulyaan mereka melebihi kemulyaan orang-orang seluruh alam, selain para Nabi dan Rasul “ 

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ

“Sebaik-baik manusia ialah pada generasiku, kemudian generasi berikutnya, kemudian generasi berikutnya.” (Hadits Shohih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 3651, dan Muslim, no. 2533)

Secara tekstual, hadits ini menjelaskan tiga generasi setelah masa beliau Saw masih memiliki keutamaan. Lebih-lebih para Sahabat, yang hidup sezaman dan menyerap ilmu dari Rasulullah Saw. Sampai-sampai Rasulullah Saw menggambarkan dalam haditsnya, bahwa satu mut beras yang disedekahkan oleh Sahabat Rasulullah Saw, tidak bisa ditandingi satu gunung Uhud emas oleh manusia biasa. Ini menunjukan betapa kualitas Sahabat sangat tinggi tak tergambarkan.

Selain Aswaja, semua Sekte Menghina Sahabat

Tidak seperti Ahlussunnah wal jamaah yang sangat memuliyakan semua Sahabat. Dalam sekte lain, mereka tebang pilih, memulyakan sebagian sahabat, tidak jarang menghina serta mengkafirkan mayoritas sahabat yang lain.  Adalah khawarij sebagai contoh, mereka mengkafirkan S Ali karena menerima tahkim waktu S Ali menjadi khalifah, sekaligus mengakfirkan S Muawiyah karena bughat terhadap  kepemimpinan khalifa S Ali.

Sedangkan Mu’tazilah Menghujat dan mencela para sahabat Rasulullah. Mu’tazilah gemar mengkritik dan mencela sahabat dengan tuduhan-tuduhan keji. Tuduhan keji ini menunjukkan bahwa mereka bukan mencari kebenaran, namun justru menunjukkan niat yang buruk. Mereka mengkritik keras ijtihad yang dilakukan para sahabat dengan tuduhan mendahulukan hawa nafsu atas nash.Tokoh Mu’tazilah, An Nadzam bahkan tidak malu-malu untuk mengatakan para pembesar sahabat kekal di neraka

Begitu pula Syiah Rafidhoh, mereka mengkafirkan mayoritas Sahabat Rasulullah sepeninggal beliau, kecuali hanya 3 sahabat. Takfir pada sahabat ini bukanlah prilaku oknum dari sekte Syiah yang ada, akan tetapi benar-benar bagian dari ajaran Syiah tersebut. Takfir pada para sahabat tersebut, adalah dampak dari konsep Imamah atau kepemimpinan S Ali ra, yang menurut keyakinan Syiah telah dirampas oleh tiga Khalifah sebelumnya. Ini banyak ditemukan dalam kitab-kitab rujukan Syiah muktabarah semisal al-kafi.

Konsep Imamah adalah bagian dari aqidah Syiah. Karena bagian dari keimanan, maka siapa saja yg merebut kepemimpinan S Ali, maka dikayakini kufur. Begitu pula mereka (para sahabat) yang membaiat dan mendukung kepemimpinan Tesebut. Dari sinilah kemudian takfir pada para Sahabat berlaku dikalangan Rafidhah. Jadi tidak benar, jika dikatakan dilakukan oleh kelompok Syiah adalah prilaku oknumnya saja, bukan ajaran Syiah.

Tuduhan, penghinaan dan pengkafiran terhadap Sahabat Rasulullah Saw ini berlaku kepada semua firqah yang ada, kecuali Ahlussunnah wal jamaah. Penjelasan ini dapat dilihat dalam kitab “al-Farqu bayna al-Firaq” karya Syaikh Abdul Qahir al-Baghdadi.

Hukum Menghina Sahabat

Banyak hadits Rasulullah Saw yang mengancam bagi siapapun yang menghina para sahabat Beliau Saw.

لاَتَسُبُّوا أَصْحَابِيْ فَلَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ اَنْفَقَ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا مَابَلَغَ مُدَّ أَحَدِهِمْ وَلاَ نَصِيْفَهُ ( صحيح البخاري)

” Janganlah kalian mencaci para sahabatku, jika diantara kalian menginfakkan emas sebesar gunung Uhud, maka belum menyamai segenggam dari mereka tidak pula setengah genggam dari mereka “. ( Shahih Al Bukhari ).


عن أبي سعيد الخدري ان النبي صلى الله عليه و سلم قال فأقول أصحابي أصحابي فقيل انك لا تدري ما أحدثوا بعدك قال فأقول بعدا بعدا أو قال سحقا سحقا لمن بدل بعدي

Dari Abu Sa’id Al Khudri bahwa Nabi SAW bersabda “Aku berkata “SahabatKu, SahabatKu,” maka dikatakan kepadaku “Sesungguhnya Engkau tidak mengetahui apa yang sudah mereka ubah sepeninggalMu”. Lalu aku berkata “Jauh, jauh” atau berkata “celakalah celakalah mereka yang mengubah sepeninggalKu”

Imam Sarakhsi Rahimahullah  berkata:

فمن طعن فيهم فهو ملحد منابذ للإسلام دواؤه السيف إن لم يتب

 Barang siapa yang mencela para sahabat nabi, maka dia adalah mulhid (atheis) yang melawan Islam, maka jika boleh ditebas dengan pedang jika dia tidak bertobat. (Al Ushul, 2/134)

Dalam sebuah riwayat, Rasulullah Saw bersabda:

فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الخُلَفَاءِ المَهْدِيِّينَ الرَاشِدِينَ تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ

Wajiblah atas kalian untuk berpegang pada sunnahku dan sunnah para penggantiku yang lurus. Pegang erat sunnah itu dan gigitlah dengan geraham. (HR. Ahmad)

Jika dilihat dari hadits di atas, Para sahabat Nabi bukan saja sebagai murid Nabi dan penyebar Islam, akan tetapi para sahabat juga merupakan bagian dari pondasi Islam. Artinya dalam hadits ini, upacapan para sahabat juga  termasuk sumber-sumber hukum Islam, meskipun derajatnya tidak mencapai derajat ittifaq menurut sebahagian ulama. disamping itu, semua sumber otoritas Islam baik al-qur’an maupun hadits, semua sanadnya dari para Sahabat.

Jika kemudian para sahabat dikafirkan, otomatis apa yang datang dari mereka baik al-Qur’an maupun Assunnah batal dengan sendirinya. Jika demikian, maka al-Qur’an dan Assunnah yang ada sekarang ini bukanlah sumber otoritas Islam. Sebab diriwayatkan dari orang-orang yang kafir. Ini perobohan ajaran Islam yang biasa dilakukan oleh para orientalis.

Semua ulama’ Ahlussunnah sepakat, penghinaan yang berujung pada takfir yang dilakukan oleh sekte apapun, pada para Sahabat, tidak bisa di pandang remeh dan bukan persoalan kecil. Sebab semua berujung pada perobohan ajaran Islam. Hadratsus Syaikh Hasyim Asy’ari dalam kitab Risalah Ahlu al-Sunnah wa al-Jama’ah mengutip hadits Rasulullah Saw:

وقال صلى الله عليه وسلم :لا تسبوا أصحابي فإنه يجئ قوم في آخر الزمان يسبون أصحابي فلا تصلوا عليهم ولا تصلوا معهم ولا تناكحوهم ولا تجالسوهم وإن مرضوا فلا تعودوهم

Rasulullah SAW bersabda,

Janganlah kamu mencaci para sahabatku, sebab di akhir zaman nanti akan datang suatu kaum yang mencela para sahabatku, maka jangan kamu menyolati atas mereka dan shalat bersama mereka, jangan kamu menikahkan mereka dan jangan duduk-duduk bersama mereka, jika sakit jangan kamu jenguk mereka.

Hadits ini sangat tegas untuk tidak menjadikan kawan bahkan tidak mensholati bagi mereka yang beranai menghina para Sahabat Rasulullah Saw. Sebab para pencelah Sahabat adalah musuh Rasulullah Saw, musuh Allah dan Islam. Wallahu a’lam bi shawwab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *