*MEMILIH PEMIMPIN S3*

Hb. Muhammad Vad’aq

Tiga hal pertimbangan ulama untuk memilih pemimpin, shurah, sirah, sarirah.

*Shurah* : Performa, penampilan zahir, fisik lahiriyah sangat lah penting, karena penampilan yang baik akan lebih mudah memikat dan lebih dapat diterima oleh masyarakat. Tidak kah seorang khatib dianjurkan berpakaian sesuai standart sunnah agar lebih berwibawa? Lalu perkataannya pun akan lebih diikuti.

*Sirah* : Track recort, jejak rekam, kehidupan keseharian pemimpin sangat lah penting, seperti kejujuran, keberpihakan pada umat, kepedulian pada ulama, menampung aspirasi rakyat dll. Jika seorang banyak berbohong, istiqamah menebar janji palsu, merugikan rakyat, mengadu domba antar umat beragama dengan membiarkan orang mencaci agama lain, tuli atas derita rakyat, tidak peduli melihat nyawa para ulama melayang setiap hari, lalu orang taat beragama dituduh intoleran, maka hal seperti ini tidak boleh terulang dan orang ini tidak layak untuk dipilih.

Jangan lah terkecoh oleh calon pemimpin yang tiba-taba peduli umat, berpakaian ulama, saleh dadakan padahal mereka dulu sangat memusuhi ulama, baik secara pribadi atau berpartai.

*Sarirah* : Ketakwaan, kejujuran batin, ketulusan untuk mensejahterakan rakyat, takut dan tunduk pada Allah Yang Maha Kuasa. Ini adalah masalah yang terpenting dalam mempertimbangkan pilihan pada pemimpin. Jika baik batin dan ketakwaannya rakyat tidak terlalu repot mengawasinya, karena dia akan merasa terawasi dan terpantau selalu oleh Rabb-nya.

Adapun pemimpin yang tidak takut pada Allah, bahkan ragu terhadap hari akhir dan hari pembalasan, mereka akan mudah mempermainkan sumpah. Pasti programnya akan merugikan umat Islam, mendukung pemimpin seperti ini adalah dosa jariyah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *