Konsep Tuhan dan Pengaruhnya Terhadap Pandangan Hidup

Islamedia – Rabu malam (03/01) di awal tahun, peserta Sekolah Pemikiran Islam(SPI) Jakarta Angkatan ke-7 memenuhi aula INSISTS di Kalibata Utara dalam lanjutan rangkaian kuliah yang membahas seputar dinamika pemikiran Islam. Akmal Sjafril hadir sebagai pengajar dalam pembahasan tema “Tauhidullah” kali ini. Pokok utama dari materi ini adalah pengaruh konsep tuhanyang dipahami oleh seorang manusia dalam menentukan pandangan hidupnya.

Konsep tuhan yang diyakini seseorang akan mempengaruhi worldview-nya,” ujar Akmal mengawali kuliahnya.

Selanjutnya, pembahasan tidak hanya berfokus pada konsep tauhid dan ketuhanan dalam Islam saja, melainkanjuga meliputi pemaparan tentang berbagai konsep tuhan dari agama-agama lainnya seperti Kristen, Hindu, dan juga agama orang-orang Yunani pada masa lampau.

Pemahaman akan tuhan dari berbagaiagama seperti agamanya orang-orangYunani kuno pada akhirnya cenderung untuk menafikan penggunaan logika ataupun rasionalitas. Karena itu, para pemikir/filsuf di masa Yunani kuno dituduh tidak taat kepada agama lantaran lebih mengedepankan akalnya dalam memahami hakikat kehidupan, ketimbang menggunakan doktrin agama,” tambahnya.

Hal yang sama, menurut Akmal, tidak terjadi pada Islam. “Islam mengajarkan pemahaman yang komprehensif tentang Allah, yaitu pemahaman melalui panca indera, akal, dan wahyu, tanpa didasarkan pada spekulasi filosofis semata. Ilmu dan penggunaan logika sangat diakomodasi dalam Islam. Maka tidak heran jika pada masa kejayaan peradaban Islam, ilmu pengetahuan berkembang pesat dan hal tersebut berkesinambungan dengan keyakinan pada agama,” simpulnya pada akhir pemaparan.

Ageng Wicaksono, salah seorang peserta perkuliahan, sangat antusias dengan topikkuliah kali ini dan menjadi semakin yakin terhadap kebenaran konsep ketuhanan dalam Islam.

Bagi saya, perkuliahan malam itu benar-benar seru dan juga membuat saya sadar bahwa agama Islam memang paling benar, menyeluruh, serta satu-satunya agama yang diridhoi. Tidak bisa disandingkan apalagi disamakan dengan agama lain,” tuturnya. [islamedia/abe/rizky]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *