*KONSEKUENSI BAGI MANUSIA PENENTANG HUKUM ALLAH*

Hb. Muhammad Vad’aq

Allah menceritakan tentang azab bagi para penentang hukum Allah SWT, mereka yang meremehkan firman-Nya, mencari jalan keluar dalam masalah kehidupan dengan lebih mempercai akal dan bahkan lebih mengandalkan orang yang tidak beriman. Mereka hinakan peraturan Allah, mereka sia-siakan kasih sayang-Nya lalu mereka menipu diri mereka, dengan meyakini keterbatasan manusia lebih diunggulkan dari peraturan Sang Pencipta alam semesta.

*Apa yang kita saksikan kebangkrutan negeri yang melimpah kekayaan menjadi negeri yang berlumur hutang, semua itu karena enggan untuk taat pada perintah Allah SWT. Riba, miras, prostitusi, LGBT, narkoba, suap, korupsi, kezaliman pada orang lemah, kriminalisasi ulama, dekadensi moral, sumpah palsu, mudahanah ulama, takut menyuarakan kebenaran, pujian pada pendosa dan orang-orang fasik, menjadi hal yang lumrah sehingga tak lagi dipandang sebagai dosa yang harus disesali atau minimal ditutupi karena malu.*

Sebelum semuanya terlambat, seharusnya kita kembali pada jalan Allah SWT. Allah berfirman,”

حَتَّى إِذَا أَخَذْنَا مُتْرَفِيهِمْ بِالْعَذَابِ إِذَا هُمْ يَجْأَرُونَ (64) لَا تَجْأَرُوا الْيَوْمَ إِنَّكُمْ مِنَّا لَا تُنْصَرُونَ (65) قَدْ كَانَتْ آَيَاتِي تُتْلَى عَلَيْكُمْ فَكُنْتُمْ عَلَى أَعْقَابِكُمْ تَنْكِصُونَ (66) مُسْتَكْبِرِينَ بِهِ سَامِرًا تَهْجُرُونَ

“Sehingga apabila Kami timpakan siksaan kepada orang-orang yang hidup bermewah-mewah di antara mereka, seketika itu mereka berteriak-teriak meminta tolong. Janganlah kamu berteriak-teriak meminta tolong pada hari ini! Sungguh, kamu tidak akan mendapat pertolongan dari Kami. Sesungguhnya ayat-ayat-Ku (Al-Qur’an) selalu dibacakan kepada kamu, tetapi kamu selalu berpaling ke belakang, dengan menyombongkan diri dan mengucapkan perkataan-perkataan keji terhadapnya (Al-Qur’an) pada waktu kamu bercakap-cakap pada malam hari.

“`Sebanyak apapun orang menentang peraturan Allah, bagi seorang yang beriman tidak boleh pasrah berdiam diri, tanpa menyuarakan kebenaran! Tugas kita hanya menyampaikan dan penentu hasil akhir adalah Allah juga. Setidaknya kita telah menggugurkan kewajiban dalam menyampaikan perintah Allah.
Diam ketika kebenaran dilecehkan dia seperi setan yang bisu.“`

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *