KEMULIAAN PERGAULAN DAN KESEMPURNAAN INTERAKSI NABI PADA ISTRI DAN KELUARGA

Hb Muhammad Vad’aq

Rasulullah SAW adalah sosok yang mulia pergaulannya dengan istri-istrinya dan seluruh keluarganya. Beliau bersikap lembut terhadap mereka dan bercanda dengan mereka, serta memperlakukan mereka dengan penuh cinta dan kasih sayang.

At-Tirmidzi meriwayatkan dari Aisyah RA bahwa ia mengatakan; Rasulullah SAW bersabda:

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ، وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي.

“Sebaik-baik orang di antara kalian adalah yang terbaik kepada keluarganya, dan aku yang terbaik di antara kalian terhadap keluargaku.” Ibnu Asakir menambahkan dalam riwayatnya:

مَا أْكْرَمَ النِّسَاءَ إِلَّا كَرِيْمٌ، وَلَا أَهَانَهُنَّ إِلَّا لَئِيْمٌ.

“Tidaklah ada yang memuliakan kaum wanita melainkan orang mulia, dan tidaklah ada yang menghina mereka melainkan orang yang nista.”

Diriwayatkan dari Aisyah RA bahwa ia mengatakan; Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ مِنْ أَكْمَلِ الْمُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا، وَأَلْطَفُهُمْ بِأَهْلِهِ.

“Sesungguhnya di antara kaum mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya, dan paling lembut terhadap keluarganya.” Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi.

Al-Hakim meriwayatkan – juga mengatakan sahih isnad – dari Ibnu Abbas bahwa Nabi SAW bersabda:

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِلنِّسَاءِ.
“Yang terbaik di antara kalian adalah yang terbaik terhadap kaum perempuan.”
Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA bahwa ia mengatakan; Rasulullah SAW bersabda:

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا، وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ.

“Kaum mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya, dan yang terbaik di antara kalian adalah yang terbaik terhadap kaum perempuannya (istri-istrinya).” Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi yang juga mengatakan; hasan sahih.

“`Tidak ada alasan bagi lelaki untuk berbuat kasar pada wanita yang lemah jika panutan kita adalah Sayyiduna Muhammad SAW. Raihlah kemuliaan dengan bersikap lembut pada wanita, dengan tetap membimbing agar tidak melanggar norma agama.“`

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *