HUKUM NETRAL KETIKA MELIHAT KEMUNGKARAN

Hb. Muhammad Vad’aq

Jika seorang melihat kemungkaran dihadapannya, dan dia tidak mengingkarinya maka hukumnya adalah dosa. Keyakinan sebagian orang bahwa jika dia tidak melakukan maksiat secara langsung maka tidak berdosa, pahahal dia melihat dan meyaksikan. Seperti orang yang membuka warung di siang hari bulan Ramadan. Dia puasa dan shalat namun melayani orang yang tidak berpuasa!

Dalam kaidah syariat yang bersumber dari hadits dan ijma’ ulama dikatakan, *segala yang diharamkan oleh agama, maka haram pula orang yang melihat (tanpa pengingkaran), membantu dan mempermudah dengan cara apapun.* Al-Mausu’ah karya Al-Muhaddits Abdullah al-Ghimari.

Menyaksikan orang berzina, minum khamr, patung, riba, fitnah, qadzaf, sumpah palsu, bohong, merendahkan muslim dll, semua itu bukan lah dosa kecil, jika mereka melihat tanpa pengingkaran sama sekali.

Nabi SAW bersabda ,’’ Barang siapa yang beriman pada Allah dan hari akhir, hendaknya ia tidak duduk pada jamuan yang dihidangkan didalamnya khamr(minuman keras).’’ Nabi juga bersabda,’’ Allah SWT melaknat pemakan riba, yang mewakilkan, pencatat dan saksi.

Membela diri atau meyakini bahwa membuka warung di bulan Ramadan, bekerja ditempat yang haram itu adalah mata pencahariannya, adalah buruk sangka pada Allah Sang pemberi rezeki. Seorang muslim harus meyakini bahwa Allah menjamin rezeki hamba-Nya dengan harta yang halal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *