Dampak Kurang Literatur Bacaan Syiah

Salah satu penyebab buta akan bahaya Syiah disebabkan kurangnya literatur bacaan ttg Syiah. Sehingga hal ini menjadikan seseorang “anteng” akan bahaya Syiah.

Padahal, pada hakikatnya Syiah adalah ajaran “misionaris”. Dimana dalam doktrin ajaranya menyakini kebenaran yang diyakini, oleh karenanya harus disebarkan ke semua umat muslim. Demikian yang dikatakan oleh Anggota MUI Jatim, Kholili Hasib, M. Ud:

“Kurang nya pembacaan, terbatas nya pengetahuan akidah dan kosong nya pengalaman menyebabkan salah paham tentang Syiah.

Fakta adanya Syiah tidak lah perlu ditutup-tutupi. Zaman NOW, adalah lugu bila mengingkari ada nya Syiah. Justru, jika fakta itu ditutup, maka menjadi suatu ledakan alamiyah di masa depan. Jk kita sakit flu, jangan ditutup-tutupi . Tp akui didepan dokter supaya mendapatkan obat.

Yg aneh, sudah mengetahui fakta syiah itu ada, namun membiarkan misi-misi syiah ke dalam keluarga aswaja.

Solusinya, bagi aswaja tidak perlu mengingkari adanya suatu gejala sakit. Segera cari dokter minta obatnya. Jangalah lari ke tukang sapu jika kamu merasa ada yg sakit ditubuh mu

Ilmu kalam bagaikan obat. Dan ulama bagaikan dokter. Maka ulama itu hrs org cerdas, akal nya tajam, memiliki kemampuan diagnosa suatu masalah secara mendalam. Dan ini amat jarang. Namanya, obat harus sesuai resep serta kadar nya. Jika tidak diobati, tetap sakit. Namun jika overdoses bisa makin sakit. Penyakit pemikiran di sekitar banyak sekali. Kita perlu “dokter-dokter” ahli, yang faham kadar obat nya”.

#ukhuwahaswaja
#tolerantapitegas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *