Cukuplah Allah Sebagai Penolong

Oleh. Ernaz Siswanto*

الذين قال لهم الناس إن الناس قد جمعوا لكم فاخشوهم فزادهم إيمانا وقالوا حسبنا الله ونعم الوكيل 
( 173 -174 ) 
فانقلبوا بنعمة من الله وفضل لم يمسسهم سوء واتبعوا رضوان الله والله ذو فضل عظيم 

(Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keim*anan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”. Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.

Tak ada rasa cemas, takut, ataupun khawatir. Begitulah keadaan para sahabat Rasulullah Saw ketika menghadapi perang uhud. Diakatakan ahli sejarah, saat itu jumlah pasukan kafir Quraiys 3000 orang dengan persenjataan yang lengkap. Sedangkan umat Islam hanya berjumlah 600 pasukan. Namun para mujahid yang membela ajaran Rasulullah Saw ini tidak gentar menghadapi lawan. Selama berada dalam medan peperangan, mereka tak henti-henti melafalkan hasbunallah wa ni’mal wakil.

Roda sejarah selalu berputar. Serangan terhadap umat Islam pada zaman Rasulullah boleh dikatakan terulang kembali pada saat ini, walaupun dengan bentuk yang bebeda. Kini, kaum muslimin menjadi sasaran berbagai fitnah yang keji. Mereka yang berpegang teguh pad syariat Islam dikatakan sebagai terorisme, anti perdamaian, fundamentalisme, fanatic dan sebagainya. Bahkan negara yang mayoritas penduduk muslim, umat Islamnya dijadikan bulan-bulanan. Agama mereka dinodahi oleh aliran sempalan serta kristenisasi yang tak kunjung berhenti secara sistematis setiap hari.

Ketika umat Islam bangkit, membelah agama dan aqidahnya, atas nama HAM, mereka diteriaki terorisme, pengacau keamanan, Islam garis keras dan sebagainya. Musuh umat Islam dari kalangan Yahudi, Nasrani, Liberal, kapitalis, dan anti Islam lainnya bersatu padu untuk mengahncurkan Islam.

Logikanya, umat Islam sulit menghadapi fitnah dan hegemoni Barat dengan kecanggihan teknologi serta sekutunya. Dengan teknologinya, mereka memasukkan pemikiran sesatnya, sehingga banyak kaum muslimin yang tanpa sadar telah termakan fitnah (agama). Hal ini menjadikan sebagaian kelompok umat Islam menjadi pesimis mengahadapi Barat dengan segala propagandanya.

Namun sebenarnya umat Islam memiliki senjata kekuatan dari semua yang ada, melebihi kekuatatn dan kecangguhan teknologi Barat. Kita meimiliki Allah Azza wa Jalla. Manusia adalah makhluk lemah, tidak memiliki kekuatan apapun. Kekuatan hanya milik Allah Yang Maha Kuat.

Setelah merenungi ayat di atas, kita tidak perlu lagi takut. Kita bisa melangkah di muka bumi ini dengan langkah yang berani, karena Allah menjadi penolong dan pelindung. Tidak ada satupun yang mampu mengalahkan kekuasaanya. Kesusahan, bencana, kemiskinan, dan kesulitan lainnya adalah kecil di hadapan Allah. Serahkanlah semua kepada Allah Yang Maha Kuat dan Maha Kaya, jika kita ingin mampu mengahadapi keksusahan dan bencana itu.

Tidak perlu takut menghadapi musuh-musuh Allah saat berdakwah, sebab siapakah yang mampu mengalahkan Sang Pelindung dan Penolong kita?. Tidak ada lagi alasan untuk takut, tidak ada lagi alasan untuk tidak semangat, tidak ada lagi alasan untuk khawatir akan hari esok, sebab kita sebenarnya sudah memiliki Sang Pelindung dan Penolong, Allah Robb al-Izzati. Mari kita jadikan kalimat Hasbunnallah wa ni’mal wakil sebagai senjata kita. Jika harta kita sedikit, hutang banyak, ma’syah yang terhambat, mengadulah kepada Penolong dan Pelindung kita.

Saat kita mau berdakwah, rintangan dan halangan selalu ada. Tetapi sekarang ini tidak lagi menjadi alasan kita untuk berdakwah karena Allah menjadi Penolong dan Pelindung kita. Tidak perduli musuh kita banyak, tidak perduli musuh kita kuat. Tidak pulah perduli kita sendiri. Sebab ada Allah Sang Maha Penolong dan Maha Pelindung. Jika Allah berkehendak, maka tak ada yang satupun yang mampu menahan.

Seringnya kita khawatir dan takut, hal ini disebabkan karena kita lupa jika kita memiliki Allah yang Maha Penolong dan Maha Pelindung. Oleh karenanya, kita giatkan diri untuk senantiasa mengingat dengan berdzikir akan Allah dengan Membaca Hasbunnallah wa ni’mal wakil. Isnya Allah pertolongan dan perlindungan akan bersama kita. Dan disamping itu hati kita akan menjadi tenang dengan mengingatnya “ala bidzikrillah tathmainnul qulub” (Qs. AlRa’d 28).

*Majalah MAFAHIM, Vol. 10/th. II/ JUni-Agustus-2008

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *