BOLEHKAH MENGKAFIRKAN SESEORANG??

Apakah kita boleh mengkafirkan atau menyesatkan orang lain? Jawab: Kita tidak boleh mengkafirkan yg tidak kafir dan tidak boleh menyesatkan yg tidak sesat. Cara mengkafirkan itu yang diatur sesuai hukum Islam dan adab. Tidak asal2 an. Orang muslim yg terindikasi kekufuran perlu diklarifikasi oleh Mahkamah Syariah atau Dewan Ulama. Tidak asal main tuduh. Tetapi, yg jelas2 menyatakan kekafirannya, misalnya sdh menyatakan keluar dari Islam, ya hrs disebut kafir dan diajak kepada kebenaran. Sebutan kafir digunakan oleh AlQuran, Qul Yaa ayyuhal kaafirun… Katakanlah, Hai orang-orang kafir… Tentu tidak setiap ketemu orang kafir, lalu dituding, Hai kafir! Cukup paham, bhw dia kafir. Jangan diambil jadi menantu oleh orang Islam. Kalo dia mati dikubur bersama orang kafir. Begitu juga dg orang yg jelas2 sesat, seperti yg mengaku Nabi, malaikat, atau yg menghina sahabat dan istri Nabi saw. Itu jelas sesat dan wajib diingatkan. Aneh kalo ada yg mengatakan jangan menyesatkan orang lain, sebab tiap solat, orang muslim berdoa minta ditunjukkan jalan lurus dan dihindarkan dari jalan yang sesat. Jadi, yg betul, jangan menyesatkan yg tidak sesat. Itulah maknanya kita berlaku adil. Yang muslim jangan dikafirkan, dan yg jelas2 kafir jangan disamakan dg Islam. Itulah sikap yang adil dan beradab. Wallahu A’lam. -Dr. Adian Husaini-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *