BAHAYA IRI-DENGKI SESAMA ULAMA (Fenomena Ust Abdul Somad)

Ada penyakit hati yang sangat membahayakan, yaitu iri hati dan dengki. Jika anda melihat orang lain dapat nikmat lalu anda marah dan tidak terima, itulah penyakit hasad. Atau juga orang lain dapat musibah lalu anda kegirangan, di hati ada terbersit kalimat “Kapok, Loe”, “Mampus, Loe”, “Makan tu musibah”, dan sebagainya, itu adalah penyakit hati berupa iri dan dengki yang sangat membahayakan. Mengapa membahayakan? Sebab ini adalah dosa pertama yang menyebabkan pembunuhan terjadi antara 2 putra Nabi Adam alaihis salam.

Seorang ulama bernama Syekh Raghib Al-Ashbihani (w. 502 M) mengingatkan bahaya penyakit hati berupa hasad (iri dan dengki) ini diantara sesama para ulama:

ﻫﻼﻙ اﻟﻌﻠﻤﺎء ﺑﺤﺴﺪﻫﻢ.

“Hancurnya para ulama adalah dengan saling iri dan dengki diantara mereka”

Beliau juga mengutip Atsar Shahabat:

ﻗﺎﻝ اﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ: ﻻ ﺗﻘﺒﻠﻮا ﻗﻮﻝ اﻟﻌﻠﻤﺎء ﺑﻌﻀﻬﻢ ﻋﻠﻰ ﺑﻌﺾ ﻓﺈﻧﻬﻢ ﻳﺘﻐﺎﻳﺮﻭﻥ ﺗﻐﺎﻳﺮ اﻟﺘﻴﺲ ﻓﻲ اﻟﺰﺭﻳﺒﺔ.

Ibnu Abbas berkata: “Jangan kalian terima pendapat ulama yang merugikan ulama yang lain. Sebab mereka selalu berbeda. Seperti (perebutan) kambing jantan menguasai kandang” (Muhadlarat Al-Udaba’ 1/65)

Ada fenomena baru di negeri kita saat ini, hampir di setiap perbincangan di medsos selalu saya temui ‘ghibah’ pada Ust Abdul Somad ini. Juga yang sudah mengarah para penyakit hasad saat beliau ditolak di suatu tempat, dideportasi dari suatu negara, dipersekusi dan sebagainya. Kalau yang melakukan itu orang awam saya tidak kaget. Tapi terkadang ada dari orang yang berilmu. Sebagian orang menganggap ini hal biasa, katanya tukang nasi goreng irinya pada sesama nasi goreng. Artis irinya juga sesama artis. Tukang ojek saingannya juga sesama ojek, de el el.

Jika ada orang berilmu saling hasad maka yang rusak bukan cuma personalnya tetapi akan mencitrakan buruk pada gelar ‘Ustadz’ yang selama ini identik dengan dakwah Islam.

Allahumma sallimna min iri dengki bainal ulama….

Ma’ruf Khozin, pasien yang ingin sembuh dari berbagai penyakit hati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *