AHLI TASHAWWUF, TIDAK AKAN BERMAIN ALAT MUSIK

KH. Luthfi Bashori

Seorang muslim yang gemar bermain alat musik (selain gendang rebana) itu, dapat menurunkan kehomatan dan martabat dirinya.

Saya membaca tentang seseorang yang gemar bermain alat musik (selain gendang rebana) itu dapat menurunkan muru-ah/kehormatan dirinya, sebagaimana tertera pada link: http://www.nu.or.id/post/read/19340/pandangan-ulama-terhadap-seni-musik. Berikut cuplikannya:

Salah satu ulama yang memiliki perhatian dan minat besar terhadap kesenian adalah Imam Muhammad bin Muhammad Al-Ghazali (Wafat, th 1111).

Dalam magnun opusnya, Ihya ulumuddin, Al-Ghazali menyisakan satu bab tentang pembahasan soal kesenian, khususnya seni suara dan musik.

Imam Al-Ghazali mengumpulkan, menganalisis, serta memberikan kritik dan penilaian terhadap pendapat dan komentar para ulama tentang musik.

Dalam menghukumi musik, kata Imam Al-Gazali, para ulama berbeda pendapat. Sejumlah ulama seperti Qadi Abu Tayyib al-Tabari, Imam Syafi’i, Imam Malik, Imam Abu Hanifah, Imam Sufyan dan lainnya menyatakan bahwa musik hukumnya haram.

Seperti kata Imam Syafi’i, ”Menyanyi hukumnya makruh dan menyerupai kebatilan. Barang siapa sering bernyanyi maka tergolong safih (orang bodoh). Karena itu, syahadah/kesaksiannya ditolak”.

Bahkan, Imam Syafi’i mengatakan, “Memukul-mukul (attaqtaqah) dengan tongkat itu hukumnya Makruh, karena permainan seperti itu biasa dilakukan orang-orang zindiq, hingga mereka lupa membaca Al-Quran.”

(Rujukan: Imam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al-Ghazali, Ihya Ulumuddin, Libanon: Dar Al-Fikr, tt, hal 267)

Nabi Muhammad SAW mengingatkan:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:«مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيْهِ». حَدِيْثٌ حَسَنٌ, رَوَاهُ التِّرْمِذِي وَغَيْرُهُ هَكَذَا.

Dari Sy. Abu Hurairah RA berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Termasuk tanda kebaikan Islam seseorang, jika ia meninggalkan hal-hal yang tidak patut baginya.” (HR. At-Tirmidzi no. 2318).

Artinya, seorang muslim yang baik, entah itu kalangan awwam lebih-lebih di kalangan tokoh masyarakat, jika masih ada yang gemar bermain piano, orgen, gitar, biola, dan alat musik (selain gendang rebana), maka hakikatnya kadar keislamannya itu tidak baik, dan nilai ketashawwufannya sangat buruk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *